Pages

Friday, December 31, 2010

Fotografi Malam

Fotografi malam adalah salah satu tantangan sulit bagi para fotografer. Kurangnya masukan cahaya yang cukup merupakan problema utama (maka bersyukurlah akan manfaat sinar matahari). Bahkan bantuan flash tidak banyak membantu, malah terkadang membuat hasil foto semakin hancur. Selain itu hasil foto yang mengandung banyak noise juga menjadi hal yang perlu dihindari. Pintar-pintarnya seorang fotografer untuk menangani hal ini. So, di sini aku mau sedikit sharing tentang fotografi malam.


Preferensi
Aktifkan fitur Noise Reduction pada kamera untuk mengambil foto malam. Bila tidak mengaktifkan fitur ini, ambil foto dalam format RAW dan turunkan tingkat noise dengan software pengolah RAW. Periksa grafik histogram untuk memastikan foto telah diambil dengan eksposure yang tepat.

Kesalahan yang Perlu Dihindari
1) Fokus Manual
Kadang Autofokus mengalami kesulitan saat kondisi gelap, eh, sering banget malahan. So, pasang pada posisi MF. Titik fokus ditentukan sebelum menekan shutter.
2) Lens Hood
Pasang Lens Hood untuk menghindari sebaran cahaya dari lalu lalang kendaraan di luar frame kamera.
3) Remote Control
Saat menggunakan fitur Bulb (waktu eksposure yang lamanya tak terhingga) alat ini dapat mengunci shutter dalam waktu yang lama dan berguna menghindari guncangan pada kamera.

Eksposure dengan Efek Panning
Set kecepatan rana pada kecepatan 15 detik dengan mode Self Timer. Untuk mendapatkan hasil yang tajam, letakkan fokus kamera pada objek untuk 10 detik pertama. Lalu 5 detik sisanya dipergunakan untuk memutar tubuh kamera dengan gerakan searah. Light Trail dengan garis melengkung bisa terekam deh di foto.

Perbedaan Eksposure
Eksposure Lima Detik
Objek yang bergerak terlihat blurry. Foto akan menampilkan kesan sunyi dengan unsur arsitektur yang lebih menonjol.
Eksposure Dua Detik
Objek yang bergerak memberi kesan dinamis. Akan ada beberapa detail yang kabur, namun tetap menghidupkan foto.

Menggunakan ISO 6400
Naikkan ISO hingga ke batas tertinggi hingga mendapat kecepatan rana sesuai keinginan. Tingkat kepekaan pada tiap kamera beda-beda. Memotret dengan handheld pada ISO tinggi pastinya menghasilkan noise. Foto harus dicetak tidak melebihi ukuran pixelnya agar noise tidak mengganggu.

Setting untuk Detail Foto
Untuk detail yang tajam, hindari ISO tinggi dan optimalkan kecepatan rana yamg ditunjang oleh pemakaian tripod. Selain itu bisa juga dengan mendownload software pengolah noise dari internet. Tapi mungkin bakal ngurangin ketajaman foto.

lokasi: Taman Pelangi Surabaya (foto diambil dari atas jembatan)

cara ambil foto: Set ke bulb, pencet shutter (jangan dilepas). Selama shutter dipencet, palang pintu kereta nutup, ada kereta lewat, dan awannya juga bergerak, baru kemudian shutter dilepas. Gitulah kira-kira

2 comment(s):

rizka arifa said...

heh deek it foto hsl jepretanmu ta?
woo keren bgt..
jago motret to km?

Shafira Noor Kemala Puteri said...

jago jare...
aku baru belajar motret mbak..
susah (-_-)

Post a Comment

twitter

follow my blog

 

Copyright © Shafira. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver